Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) yang jatuh pada hari Minggu terakhir setiap bulan Januari, staf Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada, dr. Adissa Tiara Yulinvia, M.Sc., Sp.D.V.E, menjadi narasumber dalam acara talkshow di Radio Retjo Buntung pada hari Kamis, 23 Januari 2025.

Pada acara tersebut, dr. Adissa berkesempatan memberikan pengenalan mengenai penyakit kusta dan keterikatannya dalam permasalahan sosial di masyarakat. Stigma dan diskriminasi masih kerap dijumpai pada penderita kusta dan berdampak pada kualitas hidup penderita kusta dalam bersosialisasi. Faktor kurangnya pemahaman mengenai penyakit kusta cukup berperan dalam masalah sosial tersebut. Oleh karenanya, edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit kusta sangat penting untuk dilakukan. “Menghapus stigma dan diskriminasi pada penderita kusta tidak hanya dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup penderita, namun juga dapat mendorong orang yang terinfeksi kusta untuk tidak menutupi kondisinya dalam mencari layanan kesehatan bila lingkungan sekitarnya suportif dan tidak diskriminatif”, ujar dr. Adissa.

Kegiatan ini selaras dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mengeliminasi penyakit kusta yang menjadi bagian dari Penyakit Tropis Terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) dan Sustainable Development Goal (SDG) nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan 4 (Pendidikan Berkualitas).

Gambar 1. Poster Talkshow “Mengenal Lepra atau Kusta” oleh dr. Adissa Tiara Yulinvia, M.Sc., Sp.D.V.E di Radio Retjo Buntung.

Keywords: Kusta, Lepra, Hari Kusta Sedunia, World Leprosy Day, Penyakit Tropis Terabaikan, Neglected Tropical Diseases

Penulis: Wega Wisesa Setiabudi