
Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam Oncologic Dermatology Multidisciplinary Summit (ONCODERMS) 2025 yang berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel pada Jumat–Sabtu, 22–23 Agustus 2025. Acara ini mengusung tema “Uniting Forces: Advancing Collaborative Care in the Fight against Skin Cancer” yang menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam penanganan kanker kulit.
Pada kesempatan ini, dua staf DV UGM tampil sebagai pembicara. Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K membawakan materi mengenai “Managing Basal Cell Carcinoma: Surgical Strategies and Post-Operative Care”, dengan menyoroti pendekatan bedah terkini untuk mencapai hasil yang optimal serta pentingnya tindak lanjut pasca operasi. Sementara itu, dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K memaparkan topik seputar “Rare Skin Cancer”, menguraikan tantangan diagnosis dan pilihan terapi pada kasus kanker kulit yang jarang dijumpai namun berimplikasi besar terhadap kualitas hidup pasien.
Partisipasi ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan layanan dan inovasi di bidang kanker kulit, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi nasional dan internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global.

Gambar 1. Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K, staf Departemen DV UGM, saat menyampaikan materi “Managing Basal Cell Carcinoma: Surgical Strategies and Post-Operative Care” pada Oncologic Dermatology Multidisciplinary Summit (ONCODERMS) 2025 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Gambar 2. dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K, staf Departemen DV UGM, memaparkan topik mengenai Rare Skin Cancer dalam Oncologic Dermatology Multidisciplinary Summit (ONCODERMS) 2025.
Keywords: ONCODERMS, kanker kulit, SDG 3, SDG 8
Penulis: Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi


