
Departemen DV UGM turut berpartisipasi dalam kegiatan Kuliah Tamu Hybrid bertajuk “Neglected Tropical Dermatology Diseases” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI) pada Senin, 29 September 2025, bertempat di Auditorium Graha William S FK UKI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Subsp.D.T., staf pengajar Departemen DV UGM, hadir sebagai pembicara utama. Beliau membahas berbagai penyakit kulit tropis yang sering terabaikan (neglected tropical dermatology diseases), seperti kusta, frambusia, dan infeksi jamur endemik. Penyakit-penyakit ini, meskipun tidak selalu mematikan, berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Dalam kuliah ini, Prof. Hardyanto menekankan pentingnya deteksi dini, penguatan sistem surveilans, serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kulit tropis terabaikan. Beliau juga menyoroti peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperluas akses terhadap layanan dermatologi di daerah terpencil.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pengendalian penyakit menular tropis, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mendorong peningkatan kapasitas tenaga medis dan akademisi dalam bidang dermatologi tropis.

Gambar 1. Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Subsp.D.T., staf Departemen DV UGM, menjadi pembicara dalam Kuliah Tamu Hybrid “Neglected Tropical Dermatology Diseases” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FK UKI)
Keywords: Neglected Tropical Dermatology Diseases, lepra, frambusia, pendidikan kedokteran, penyakit kulit tropis, dermatologi tropis, SDG 3, SDG 4
Penulis: Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi


