
Departemen DV UGM turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ilmiah internasional Asia Pacific Association of Allergy, Asthma, and Clinical Immunology (APAAACI) 2025, yang diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, pada tanggal 9–12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran ilmu dan kolaborasi global bagi para ahli di bidang alergi, imunologi, dan dermatologi dari seluruh dunia.
Pada Pre-Congress Workshop yang dilaksanakan hari Kamis, 9 Oktober 2025, staf DV UGM, dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I, Ph.D, menjadi salah satu pembicara utama. Dalam kesempatan tersebut, dr. Sri Awalia membawakan materi bertajuk “Diagnosis and Treatment Approach of Severe Cutaneous Adverse Reactions”, yang mencakup identifikasi dini, peran uji diagnostik imunologi, serta strategi terapi yang tepat untuk mengurangi risiko mortalitas.
Keesokan harinya, dalam Congress Session, dr. Sri Awalia kembali menjadi pembicara dengan topik “The Skin Barrier in Atopic Dermatitis: From Pathophysiology to Therapeutic Strategies”, yang membahas terkait perkembangan penyakit dermatitis atopik serta berbagai pendekatan terapi terkini. Beliau menekankan pentingnya riset translasi yang menghubungkan pemahaman molekuler dengan inovasi klinis untuk meningkatkan perawatan pasien.
Selain itu, dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E, turut berkontribusi dalam kegiatan Oral Presentation pada sesi ilmiah APAAACI 2025, yang berlangsung pada 11–12 Oktober 2025. Beliau mempresentasikan kasus berjudul “Refractory Parry-Romberg Syndrome with SLE-Mimicking Serology: A Diagnostic and Therapeutic Dilemma”, yang menyoroti kompleksitas diagnosis dan tata laksana sindrom Parry-Romberg refrakter dengan gambaran serologi menyerupai lupus eritematosus sistemik. Presentasi ini menarik perhatian peserta karena mengangkat tantangan multidisiplin dalam menangani penyakit kulit dengan manifestasi sistemik dan tumpang tindih autoimun.
Partisipasi staf DV UGM dalam ajang ilmiah bergengsi ini mencerminkan komitmen departemen dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan mendorong penelitian berbasis bukti di bidang dermatologi dan imunologi. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan mutu pelayanan dan penelitian kesehatan, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperluas akses dan kontribusi pada pendidikan medis global.

Gambar 1. dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I, Ph.D., staf DV UGM, menjadi pembicara dalam Pre-Congress Workshop APAAACI 2025 bertema “Diagnosis and Treatment Approach to Severe Cutaneous Drug Reactions”.

Gambar 2. dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E, Subsp.D.A.I, Ph.D., staf DV UGM, menjadi pembicara dalam Congress Workshop APAAACI 2025 dengan topik “The Skin Barrier in Atopic Dermatitis: From Pathophysiology to Therapeutic Strategies”

Gambar 3. dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E, staf DV UGM, mempresentasikan kasus “Refractory Parry-Romberg Syndrome with SLE-Mimicking Serology” pada sesi Oral Presentation APAAACI 2025.
Keywords: APAAACI 2025, Dermatologi Imunologi, Dermatitis Atopik, Skin Barrier, Parry-Romberg Syndrome, Autoimun , SDG 3, SDG 4
Penulis: Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi


