
Peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Program Studi Dermatologi Venereologi, dan Estetika (DVE), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gadjah Mada (UGM), Mia Khalidah mempresentasikan penelitian tesis mengenai pengaruh ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan) terhadap viabilitas fibroblas dermal yang terpapar radiasi sinar ultraviolet A (UVA). Penelitian in vitro ini menunjukkan bahwa paparan UVA menurunkan viabilitas fibroblas akibat stres oksidatif, sementara pemberian ekstrak kayu secang pada konsentrasi rendah hingga sedang (7,8125–31,25 µg/ml) mampu meningkatkan viabilitas sel fibroblas setelah paparan UVA. Sebaliknya, konsentrasi tinggi (62,5 µg/ml) menunjukkan efek sitotoksik, terutama pada sel yang telah terpapar UVA. Temuan ini mengindikasikan bahwa sifat antioksidan dalam ekstrak kayu secang berpotensi memberikan efek protektif terhadap kerusakan sel akibat UVA dan mendukung pemanfaatannya sebagai bahan protektif anti-fotoaging, dengan tetap memperhatikan aspek dosis yang aman.
Penelitian ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan bahan alam lokal berbasis bukti ilmiah, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan mendorong pengembangan sumber daya hayati secara berkelanjutan dalam riset dan inovasi dermatologi.
Keywords: Tesis, Caesalpinia sappan, UVA, Fibroblas, SDG 12, SDG 15
Link Artikel Sudah Upload : 15 Januari 2026
Penulis: Wega Wisesa Setiabudi, Nur Aida Oktasari


