
Dokter Hanan Ashrafi Noviandari mempresentasikan tesis berjudul Pengaruh Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) terhadap Kapasitas Deposisi Kolagen Biakan Fibroblas yang Dipajan Sinar Ultraviolet A dengan pembimbing dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K dan Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K. Penelitian eksperimental in vitro ini menggunakan biakan fibroblas dermis manusia yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan berbagai konsentrasi ekstrak kayu secang, yaitu 7,8; 15,6; 31,2; dan 62,5 µg/mL, baik dengan maupun tanpa pajanan sinar ultraviolet A (UVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan UVA secara signifikan menurunkan kapasitas deposisi kolagen sebesar 38,24% dibandingkan kelompok kontrol (p=0,002).
Pemberian ekstrak kayu secang konsentrasi 7,8 µg/mL terbukti secara signifikan meningkatkan kapasitas deposisi kolagen dibandingkan kelompok UVA tanpa perlakuan (p=0,02). Namun, pada konsentrasi yang lebih tinggi, yaitu 15,6–62,5 µg/mL, kapasitas deposisi kolagen kembali menurun, yang menunjukkan kemungkinan efek prooksidan pada dosis tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kayu secang pada konsentrasi rendah berpotensi menghambat penurunan deposisi kolagen akibat pajanan UVA sehingga berpeluang dikembangkan sebagai agen protektif terhadap photoaging. Penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur melalui pengembangan inovasi bahan alam di bidang kesehatan kulit.
Keywords: Caesalpinia sappan, fibroblas, kolagen, ultraviolet A, SDG3, SDG9
Penulis: Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi, Widya Khairunnisa Sarkowi


