Upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) terus dilakukan melalui berbagai kegiatan ilmiah. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Penyakit Infeksi Menular Seksual yang diselenggarakan pada Kamis, 2 Juli 2026, di Ruang Pangripta, Bappeda Sleman, Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, dr. Alessandro Alfieri, M.Med.Sc., Sp.D.V.E., staf Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Update Tatalaksana Penyakit Infeksi Menular Seksual”.

Paparan yang disampaikan mengulas perkembangan terkini dalam diagnosis, tatalaksana, serta strategi pengendalian penyakit infeksi menular seksual berdasarkan pedoman dan bukti ilmiah terbaru. Selain membahas pendekatan klinis yang komprehensif, materi juga menekankan pentingnya deteksi dini, tatalaksana yang tepat, serta edukasi kepada pasien sebagai bagian dari upaya menekan angka penularan. Diskusi interaktif bersama peserta memberikan ruang untuk bertukar pengalaman klinis serta memperdalam pemahaman mengenai implementasi rekomendasi terkini dalam pelayanan kesehatan.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan ilmiah ini, Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM terus berkontribusi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, serta SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung pendidikan profesi berkelanjutan dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.

dr. Alessandro Alfieri, M.Med.Sc., Sp.D.V.E., dalam kegiatan Workshop Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Penyakit Infeksi Menular Seksual Ruang Pangripta, Bappeda Sleman, Yogyakarta
Keywords: Penyakit Infeksi Menular Seksual, HIV, SDG3, SDG4
Penulis: Nur Aida Oktasari, Anggit Mora Cita Harahap, Wega Wisesa Setiabudi