
Sebagai bagian dari rangkaian Workshop PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026, staf Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut berperan aktif sebagai instruktur dan fasilitator pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K. dan dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K. berbagi ilmu melalui workshop Cellular Therapy in Dermatology: From PRP-PRF to Stem Cell. Pada workshop In Vitro and In Vivo Methods in the Diagnostic and Management of Adverse Cutaneous Drug Reactions (ACDRs), peran instruktur dan fasilitator dijalankan oleh Dr. dr. Niken Indrastuti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D., dan dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E. Sementara itu, dr. Arief Budiyanto, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D., dan dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E. berkontribusi dalam workshop Psoriasis Rotational Therapy Strategy: Focused on Biologic Agents and Phototherapy.
Mengangkat tema yang merepresentasikan perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, ketiga workshop tersebut memberikan ruang pembelajaran yang aplikatif bagi para peserta. Materi cellular therapy membahas perkembangan pendekatan terapi mulai dari platelet-rich plasma (PRP), platelet-rich fibrin (PRF), hingga stem cell. Sementara itu, workshop ACDRs mengulas metode in vitro dan in vivo dalam mendukung diagnosis dan tata laksana reaksi obat pada kulit, sedangkan workshop psoriasis berfokus pada strategi terapi rotasional dengan pemanfaatan agen biologis dan fototerapi. Keterlibatan staf DVE FK-KMK UGM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk mendukung peningkatan kompetensi klinis.
Kolaborasi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengetahuan serta keterampilan klinis peserta sehingga dapat diterapkan secara tepat dalam praktik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Kontribusi dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan kapasitas profesional kesehatan untuk mendukung pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Keywords: Workshop Klinis; Dermatologi, Venereologi, dan Estetika; SGD- 3
Penulis: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi



