
Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu dr. Fajar Waskito, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., M.Kes, Dr. dr. Niken Indrastuti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I dan Residen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, yaitu: dr. Prayoga Adinawer Sirait, telah berpartisipasi sebagai presenter kasus dalam Webinar “Diskusi Kasus Sulit dan Menarik Sesi 1” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Dermatologi Imunodermatologi dan Dermatosis akibat Kerja (KSIDAK) pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam kegiatan ilmiah tersebut, dr. Prayoga Adinawer Sirait mempresentasikan kasus dermatologi dengan kompleksitas diagnostik menantang yaitu Dermatitis Kontak Alergi Okupasional akibat Pestisida pada Tipe Kulit Fitzpatrick IV dengan Hiperpigmentasi pada Uji Tempel, kasus ini menegaskan bahwa dermatitis kontak alergi akibat pajanan pestisida pada lingkungan kerja memerlukan anamnesis okupasional yang cermat dan konfirmasi melalui uji tempel, serta pada tipe kulit Fitzpatrick IV perlu perhatian khusus terhadap risiko hiperpigmentasi pasca inflamasi dalam penatalaksanaan jangka panjang.
Keikutsertaan staf dan residen DV FK-KMK UGM sebagai presenter kasus mencerminkan komitmen departemen dalam mendukung pengembangan keilmuan dan pendidikan kedokteran berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran dan diskusi akademik, serta SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan peningkatan kompetensi klinisi dalam penatalaksanaan kasus dermatologi secara optimal.

Gambar 1. Partisipasi Niken Indrastuti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., dan dr. Prayoga Adinawer Sirait, sebagai presenter kasus dalam Webinar “Diskusi Kasus Sulit dan Menarik (KSIDAK) Sesi 1
Keywords: Webinar KSIDAK, Presentasi Kasus Dermatologi, FK-KMK UGM, SDG 3, SDG 4
Penulis: Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi, Widya Khairunnisa Sarkowi


